This doesn't happen because the blobs want to build more complex structures. It's just because these new configurations happen to be more favorable in the environment. And now when these complicated compounds become abundant enough, they too get a chance to combine, making our void increasingly complex. And one day, by accident, this causes an extremely unique shape to form, one with a special property.
See, the blobs it's made of just happen to attract similar blobs from the surrounding environment. This red blob always attracts green blobs, and this purple blob always attracts yellow ones, and piece by piece, all these blobs attract their opposites until their counterparts suddenly snap into position next to the original shape. Now, this shape goes on to do the same thing. Its green blobs attract red ones and yellow ones attract the purple until another shape yet again snaps into position. This new shape looks exactly like the original. What just happened fully spontaneously is replication. One shape became two. This marks the birth of the first replicator. We don't know exactly what this replicator looked like. It might've been a single standalone molecule or a group of molecules that worked together to replicate. There's a lot of debate on this today, so instead, let's represent the replicator as a character. How about this one here? Perfect. Keep in mind it's still just a lifeless molecule, one without any intent or purpose.
Now, you might think that the chances for the replicator to form were extremely unlikely, but in our void, where we have hundreds of millions of years to play with, what might seem impossible to us becomes virtually inevitable. And the thing is, the replicator only has to arise once. Once it's here, it can take the simpler compounds available in the environment to copy itself at a much faster pace. And so it does that, until it entirely fills our void.
------
Di tempat kita berada sekarang, tidak ada apa-apa. Bukan benar-benar tidak ada apa-apa, tapi tidak ada yang menarik. Hanya ada hal2 sederhana, seperti gumpalan2 kecil ini. Yang satu mungkin molekul karbon dioksida, atau mungkin sianida.
Kita tidak tahu pasti apa mereka, tapi yang jelas senyawa2 ini sangat sederhana. Jadi untuk saat ini, mereka hanyalah gumpalan yang mengambang di kehampaan kita. Banyak hal yang akan kita temui dalam perjalanan ini hanyalah hipotesis. Sejarah awal Bumi masih penuh misteri, jadi ingat itu baik-baik.
Sekarang, sesekali gumpalan2 ini mendapat kelebihan energi—mungkin dari sinar UV atau sumber panas di dekatnya. Inilah peningkatan besar pertama dalam kehampaan kita: energi berlebih. Karena energi ini memungkinkan gumpalan2 itu berinteraksi. Sebagian besar dari interaksi itu tidak menghasilkan apa2. Namun kadang2, gumpalan2 bisa bergabung menjadi senyawa yang lebih rumit.
Berikut contoh simulasi sederhana, di mana kita hanya punya empat gumpalan merah. Sekarang mereka adalah partikel2 terpisah, tapi setiap langkah waktu kita majukan, misalnya ada peluang 10% bahwa keempatnya bergabung menjadi satu mega-gumpalan merah. Dan bayangkan mega-gumpalan ini tidak stabil. Setiap langkah waktu ia bertahan hidup, ada peluang 95% dia akan terurai kembali menjadi empat gumpalan kecil. Jika kita menambahkan lebih banyak gumpalan merah, kamu akan melihat bahwa mereka jarang sekali bergabung menjadi mega-gumpalan. Rata-rata, mega-gumpalan hanya ada sekitar 10% dari waktu. Tapi jika kita mengurangi peluang mega-gumpalan terurai menjadi hanya 1%, tiba-tiba kehampaan akan dipenuhi oleh mega-gumpalan.
Fakta ini memberi petunjuk tentang hukum penting yang mengatur kehampaan kita. Gumpalan yang tidak stabil akan terurai dan lenyap. Yang stabil akan bertahan. Sekarang lihat apa yang terjadi bila kita mempercepat semuanya drastis mungkin beberapa tahun per detik, bahkan jutaan tahun per detik. Kamu akan melihat gumpalan2 kita terus mendapatkan energi acak, sehingga mereka bergabung dan membentuk senyawa yang lebih kompleks.
Sebagian besar percobaan gagal dan terurai, tetapi sesekali, secara kebetulan, terbentuklah senyawa yang lebih stabil daripada gumpalan2 penyusunnya. Ini tidak terjadi karena gumpalan2 itu ingin membentuk struktur lebih rumit. Ini hanya karena konfigurasi baru itu kebetulan lebih menguntungkan dalam lingkungan tersebut.
Dan ketika senyawa2 rumit ini cukup melimpah, mereka pun mendapat peluang untuk bergabung satu sama lain, membuat kehampaan kita semakin kompleks. Dan suatu hari, tanpa sengaja, ini menghasilkan bentuk yang sangat unik, yang memiliki sifat istimewa. Gumpalan-gumpalan penyusunnya kebetulan menarik gumpalan serupa dari lingkungan sekitarnya. Gumpalan merah selalu menarik gumpalan hijau, gumpalan ungu selalu menarik gumpalan kuning, dan satu per satu semua gumpalan menarik lawannya, sampai akhirnya bagian-bagian itu menempel membentuk bentuk baru yang sama dengan bentuk pertama.
Sekarang bentuk ini melakukan hal yang sama menciptakan salinannya. Bentuk baru ini tampak persis seperti aslinya. Apa yang baru saja terjadi—sepenuhnya secara spontan adalah replikasi. Satu bentuk menjadi dua. Inilah kelahiran replikator pertama. Kita tidak tahu persis seperti apa bentuk replikator itu. Mungkin satu molekul tunggal, atau kelompok molekul yang bekerja sama untuk menyalin diri. Masih banyak perdebatan soal ini, jadi untuk sekarang kita wakili replikator ini dengan karakter sederhana.
Perlu diingat, ini masih hanya molekul tak bernyawa tanpa niat atau tujuan. Kamu mungkin berpikir peluang replikator pertama muncul sangat kecil, tapi di kehampaan kita yang memiliki ratusan juta tahun, hal yang tampaknya mustahil bagi kita menjadi hampir tak terhindarkan.
Comments
Post a Comment